Sabtu, 09 April 2022

Hikmah dan Berkah Bulan Ramadhan

 

Pada kesempatan yang mulia ini marilah kita tingkatkan kualitas takwa kita, di antaranya dengan berusaha melaksanakan ibadah Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Kita saat ini berada di bulan suci Ramadhan, yaitu  bulan yang diberkahi. Terutama karena di bulan Ramadhan ini ada peristiwa agung, yaitu Nuzul al-Qur’an (turunnya kitab suci al-Qur’an). Al-Qur’an ini berfungsi sebagai nûr (cahaya), hudan (petunjuk), dan rahmat bagi manusia.

Telah maklum bahwa Ramadhan adalah bulan keberkahan, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah s.a.w. memberikan kabar gembira kepada para sahabat beliau. Beliau bersabda: telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, yaitu bulan yang diberkahi, Allah telah memfardhukan (mewajibkan) atas kalian berpuasa di bulan itu, di bulan itu dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan di bulan itu pula ada Lailatul Qadar (Malam Qadar) yang lebih baik dari seribu bulan”, Siapa saja yang terhalang dari kebaikan malam itu maka ia terhalang dari rahmah Tuhan (HR. al-Nasa’i).

Oleh karena itu, sesungguhnya kita diajarkan oleh Nabi Muhammad agar menyambut bulan Ramadhan ini dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya sejak jauh-jauh hari, dari bulan Rajab. Sejak bulan Rajab kita diajarkan untuk memohon keberkahan hidup di bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, kita diajarkan agar berdoa:

”Wahai Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan berkahilah pula kami di bulan Ramadhan.”

Mengapa kita diajarkan untuk memohon keberkahan? Apakah keberkahan penting bagi kita? Ini karena keberkahan hidup menjadi dambaan setiap orang yang berakal sehat. Berkah berarti bertambah. Dalam makna luas berkah berarti bertambah kebaikan (ziyâdat al-khair fî al-syai’), termasuk kesejahteraan baik dari segi material maupun immaterial.

Berkah dalam arti materi, seperti harta benda yang kita miliki makin bertambah, dan usaha semakin maju. Berkah dalam arti immateri, seperti ketenteraman hati kita makin terasa, dan pengetahuan dan wawasan yang semakin bertambah luas, yang mengarahkan kepada sikap dan perbuatan yang penuh hikmah kebijaksanaan, sikap dan perbuatan yang moderat, tidak ekstrem, sikap dan perbuatan yang mencerminkan rahmatan lil ‘alamin.

Di antara hikmah bulan Ramadhan adalah ada pengabulan doa bagi orang yang berdoa; ada penerimaan tobat orang yang bertobat, dan ada pengampunan bagi orang yang mohon ampunan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Qudsi yang panjang, yang diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas radhiyallau ‘anhuma, di dalam bagian hadits ini disebutkan:

"Dalam setiap malam bulan Ramadhan Allah ‘azza wa jalla berseru sebanyak tiga kali: Adakah orang yang meminta maka aku penuhi permintaannya? Adakah orang yang bertobat maka aku terima tobatnya? Dan adakah orang yang memohon ampunan maka aku ampuni dia?” (HR. Al-Thabrâni dan al-Baihaqî).

Pada bulan Ramadhan kita diwajibkan berpuasa, yang tujuan utamanya adalah untuk menjadikan kita orang-orang yang bertakwa. Sejarah kewajiban puasa Ramadhan ini ditetapkan pada bulan Sya’ban Tahun Kedua Hijriyah, yang mengandung banyak hikmahnya.

Di antara hikmah berpuasa Ramadhan adalah mensyukuri nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita selama ini. Karena makna ibadah secara mutlak, termasuk ibadah puasa, adalah ungkapan syukur dari seorang hamba kepada Tuhannya atas nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, bahwa kita tidak akan dapat menghitung nikmat Tuhan (QS. Ibrâhim [14]: 34).

Dalam puasa Ramadhan setidaknya ada 3 faedah (manfaat), yaitu fâ’idah rûhiyyah (manfaat psikologis/spiritual/kejiwaan), fâ’idah ijtimâ’iyyah (manfaat sosial-kemasyarakatan) dan fâ’idah shihhiyyah (manfaat kesehatan).

Di antara faedah kejiwaan dari berpuasa Ramadhan adalah pembiasaan diri kita agar berlaku sabar, ajaran agar kita mengekang hawa nafsu, dan ekspresi atau ungkapan mengenai karakteristik takwa yang tertanam dalam hati. Takwa itulah yang menjadi tujuan khusus dalam berpuasa Ramadhan. 

Di antara faedah sosial-kemasyakatan dalam puasa Ramadhan ini adalah pembiasaan kita, umat Islam, untuk tertib, disiplin dan bersatu padu, cinta keadilan dan kesetaraan di antara umat Islam: antara yang kaya dan yang miskin, antara yang pejabat dan rakyat, antara pengusaha dan karyawan, dan seterusnya. Tidak ada perbedaan di antara mereka, semuanya wajib berpuasa ketika telah memenuhi persyaratannya. Juga di antara faedah sosial dari puasa adalah pembentukan rasa kasih sayang dan berbuat baik di antara kaum Muslim, sebagaimana puasa Ramadhan ini melindungi masyarakat dari keburukan-keburukan dan kemafsadatan.

Adapun di antara manfaat kesehatan dari berpuasa Ramadhan adalah berpuasa itu membersihkan usus-usus dan pencernaan, memperbaiki perut yang terus-menerus beraktifitas, membersihkan badan dari lendir-lendir/lemak-lemak, kolesterol yang menjadi sumber penyakit, dan puasa dapat menjadi sarana diet atau pelangsing badan.

Oleh karena itu, marilah Bulan Ramadhan ini, kita jadikan bulan kesederhanaan, bulan peribadatan, bulan memperbanyak berbuat kebajikan kepada orang-orang fakir dan orang-orang yang membutuhkan bantuan, bulan perlindungan badan kita, ucapan kita dan hati kita dari hal-hal yang dilarang agama, seperti perkataan keji (qaul az-zûr), ghibah, menebar hoaks, fitnah, hate speech (ujaran kebencian), dan adu domba, baik secara langsung maupun melalui media-media digital, media elektronik, televisi, radio, internet, dan media sosial (medsos). Intinya marilah kita jadikan bulan Ramadhan ini bulan penyucian badan dan rohani kita dari segala keburukan, agar kita mendapatkan hikmah yang berharga dan keberkahan hidup.

Sebagai penutup, marilah kita renungkan firman Allah Ta’ala dalam QS. al-A’raf (7): ayat 96:

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

Semoga kita mendapatkan hikmah yang berharga dan keberkahan di bulan Ramadhan ini. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin.

Selasa, 05 April 2022

Puasa dan Tiga Kesalehan

Umat Islam sedunia pada saat ini sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Perintah menjalankan ibadah puasa tidak hanya terdapat di dalam agama Islam tetapi juga di dalam agama-agama yang diturunkan sebelumnya, yakni Nasrani dan Yahudi. Perintah puasa dimaksudkan untuk membentuk pribadi yang bertakwa kepada Allah subhanahu wata‘ala sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur’an, surat Al Baqarah, ayat 183 sebagai berikut:

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu, agar kamu bertakwa."

Ibadah puasa yang dijalankan dengan benar akan menghasilkan orang-orang yang setidaknya memiliki 3 (tiga) kesalehan sebagai cerminan dari ketakwaan kepada Allah subhanahu wata‘ala . Ketiga kesalehan tersebut adalah:

1. Kesalehan Personal

Kesalehan personal adalah kesalehan invidual yang berupa penghambaan pribadi kepada Allah subhanahu wata‘ala seperti menjalankan shalat, puasa itu sendiri, dzikir, i’tikaf dalam masjid, tadarus Al-Qur’an dan sebagainya. Kesalehan seperti ini sesungguhnya lebih mudah dicapai di bulan Ramadhan karena selama bulan ini Allah mengkondisikan situasi dan kondisi sedemikian kondusif, seperti memberi reward (penghargaan) kepada siapa saja atas ibadah yang dilakukannya berupa pahala 70 kali lebih besar dari pada di luar bulan Ramadhan, sekaligus memberikan punishment (hukuman) yang lebih berat bagi yang melakukan kemaksiatan. Maka di bulan Ramadhan orang-orang cenderung meningkatkan ibadahnya dan bersikap hati-hati agar tidak melakukan kemaksiatan.

Selain pahala, Allah juga menjanjikan terampuninya dosa-dosa di masa lampau sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu sebagai berikut:

Artinya: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena dorongan iman dan mengharap (pahala) maka Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Hadits diatas memberikan jaminan kepada setiap Muslim tanpa terkecuali, bahwa ibadah puasa yang dijalankan secara benar yang didasari keimanan bahwa puasa Ramadhan adalah benar-benar kewajiban dari Allah subhanahu wata‘ala, disertai harapan mendapat pahala dari Allah subhanahu wata‘ala, tanpa berharap apapun dari manusia, misalnya pujian atau pemberian sedekah dan zakat atau hadiah Lebaran seperti THR dari orang-orang tertentu, maka orang tersebut oleh Allah subhanahu wata‘ala akan diampuni seluruh dosanya di masa silam. Artinya, semakin banyak usia seseorang akan semakin banyak dosa-dosa yang diampuni Allah subhanahu wata‘ala.

Oleh karena itu, beruntunglah mereka yang sudah tua tetapi masih mau dan mampu menjalankan ibadah puasa Ramadhan secara penuh dan baik, sebab semakin dekat dengan ajal, semakin sedikit sisa-sisa dosa mereka sebagai imbalan atas ibadah puasa yang dijalankannya. Betapa indahnya kehidupan seseorang jika diakhiri tanpa dosa atau sedikit dosa saja. Selain itu, mereka yang berpuasa akan mendapatkan prioritas dalam memasuki surga lewat pintu yang disebut Ar-Rayyan sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim:

Artinya: “Sesungguhnya di surga terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari Kiamat. Tidak ada seseorang pun yang akan masuk melalui pintu ini kecuali mereka. Dikatakan: Mana orang-orang yang berpuasa? Lalu mereka semua berdiri. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu ini selain mereka. Apabila mereka semua telah masuk, pintu ini akan ditutup dan tidak ada seorang pun yang akan masuk melaluinya.”

2. Kesalehan Sosial

Kesalehan sosial adalah kesalehan seseorang terhadap orang lain dalam kerangka ibadah kepada Allah subhanahu wata‘ala. Puasa yang dijalankan dengan benar dan dihayati sepenuhnya akan menghasilkan orang-orang yang peka terhadap persoalan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, kebodohan, dan sebagainya. Mereka juga akan memiliki solidaritas sosial terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan, baik berupa barang maupun jasa, karena terkena bencana, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, kebakaran, tsunami dan sebagainya. Namun, kepekaan dan solidaritas seperti itu sulit dicapai ketika orang yang berpuasa tidak bisa menghayati makna lapar, dahaga dan kesulitan atau kesusahan lain yang dihadapinya.

Memang, sangat diharapkan orang-orang yang sedang berpuasa menghayati rasa lapar dan dahaga yang dirasakannya sehingga terbuka kesadaran bahwa dalam masyarakat masih ada orang-orang yang dalam kehidupan sehari-harinya mengalami kelaparan seperti itu. Bukan karena mereka sedang berpuasa tapi karena memang tidak memiliki apa-apa untuk dimakan. Mereka miskin karena tidak memiliki pekerjaan atau karena menjadi korban bencana. Atau menjadi korban penggusuran karena kesewenang-wenangan penguasa. Dari penghayatan seperti itu diharapkan akan tumbuh kesadaran untuk membantu meringankan penderitaan mereka.

Dalam konteks seperti itulah, maka zakat fitrah diwajibkan bagi setiap orang Islam untuk dikeluarkan dan diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu. Zakat fitrah ini harus sudah diberikan kepada yang berhak sebelum Shalat Idul Fitri dilaksanakan. Diharapkan, dari zakat fitrah ini akan ada kepastian atau jaminan bahwa setidaknya pada hari Idul Fitri tidak ada orang yang kelaparan di tengah-tengah kaum Muslimin merayakan hari itu dengan suka cita. Syukur-syukur jika zakat fitrah yang diterima orang-orang yang tidak mampu itu jumlahnya cukup besar sehingga dapat menjamin anak-anak mereka atau orang-orang tua yang sudah udzur dalam keluarga itu dapat makan setiap harinya.

Selain zakat fitrah, ada zakat mal yang banyak orang mengeluarkannya pada akhir bulan Ramadhan. Jika zakat fitrah dimaksudkan untuk konsumsi, maka zakat mal lebih dimasudkan untuk pemberdayaan yang produktif. Ada pendapat pribadi bahwa memberikan zakat mal kepada sedikit orang dalam jumlah cukup besar untuk tujuan produktif, misalnya untuk pemberian modal usaha, dengan harapan di tahun depan mereka tidak lagi menjadi penerima zakat tetapi menjadi wajib zakat karena telah berubah menjadi orang mampu, itu lebih baik dari pada memberikan zakat mal dalam jumlah besar kepada orang banyak tapi masing-masing mendapat bagian dengan nilai sangat kecil dan tidak berarti apa-apa. Dengan cara seperti itu, menurut pendapat tersebut, angka kemiskinan dapat dikurangi sedikit demi sedikit.

3. Kesalehan Lingkungan

Kesalehan lingkungan adalah kesalehan dalam hubungannya dengan ekologi atau lingkungan dalam kerangka ibadah kepada Allah subhanahu wata‘ala. Dalam Al-Quran, surat Ar-Ruum, ayat 41, Allah subhanahu wata‘ala berfirman:

Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Dalam ayat diatas Allah subhanahu wata‘ala mengingatkan kita bahwa kerusakan-kerusakan di bumi sebenarnya disebabkan ulah manusia sendiri. Misalanya, pencemaran udara disebabkan karena kita terlalu banyak memproduksi sampah berupa asap sebagai efek samping dari kegiatan kita memenuhi kebutuhan dan keinginan kita yang berlebihan, baik melalui cerobong-cerobong pabrik, cerobong rumah tangga, asap kendaraan bermotor, asap rokok dan sebagainya. Dampak dari kerusakan itu akan ditimpakan kepada manusia agar mereka menyadari kesalahannya dan kembali ke jalan yang benar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pencemaran udara menyebabkan jumlah orang yang menderita penyakit saluran nafas terutama asma dan bronchitis meningkat.

Secara jelas, puasa akan membentuk kesalehan lingkungan karena selama berpuasa banyak hal yang berpotensi merusak atau mencemari lingkungan dapat kita kurangi. Sebagai contoh, di bulan Ramadhan kita dapat mengurangi kebiasaan-kebiasaan yang tidak ramah lingkungan dengan berkurangnya aktivitas-aktivitas seperti menurunnya mobilitas dengan kendaraan bermotor karena merasa lemas di siang hari. Ini artinya berkurangnya pemakaian BBM. Berkurangnya konsumsi makanan, minuman dan rokok berarti menurunnya sampah-sampah dan asap yang mencemari lingkungan. Menurunnya permintaan bahan-bahan makanan dan minuman berarti berkurangnya eksploitasi terhadap alam.

Ketiga kesalehan diatas, yakni kesalehan personal, kesalehan sosial dan kesalehan lingkungan akan benar-benar menjadi kesalehan yang nyata apabila selepas bulan Ramadhan, yakni selama 11 bulan berikutnya, kita benar-benar dapat meneruskan apa yang sudah kita capai selama Ramadhan tersebut. Jika ketiga kesalehan itu hanya berlangsung selama bulan Ramadahn saja, maka puasa Ramadhan yang kita jalani belum mampu merubah kita menjadi orang-orang istiqamah yang secara konsisten mampu meningkatkan kesalehan dari waktu ke waktu. Tetapi mereka yang mendapatkan keutamaan lailatul qadar tentu tidak akan sulit untuk mencapai peningkatan ketakwaan seperti itu.

Karena itulah, kita berharap dan berdoa semoga lewat puasa Ramadhan tahun ini kita semua dimudahkan oleh Allah subhanahu wata‘ala dalam mencapai ketiga kesalehan tersebut secara istiqamah. Amin...amin... ya rabbal ‘alamin.

Minggu, 08 November 2020

Sabtu, 29 September 2018

MENATA MASA DEPAN MELALUI TABUNGAN CERDAS

3i-Networks adalah Program tabungan investasi Unit Link dari PT AJ Central Asia Raya yang bukan hanya membentuk budaya menabung jangka panjang yang bermanfaat dan menguntungkan untuk perencanaan keuangan masa depan kita dan mendapatkan proteksi asuransi jiwa saja tapi juga dapat berpeluang memberikan tambahan penghasilan bahkan bisa jadi sumber penghasilan.

Apa yang akan anda dapatkan:

1. INSURANCE (Asuransi Jiwa)

Manfaat Asuransi Jiwa:
  • Perlindungan jiwa hingga umur 75 tahun.
  • Uang pertanggungan/santunan hingga sebesar 60 x premi bulanan.
  • Bila tertanggung hidup sampai akhir masa pertanggungan maka akan mendapatkan nilai tunai/investasi yang terbentuk (manfaat investasi).

 2. INVESMENT (Investasi)

Manfaat Investasi:
  • Keuntungan investasi jangka panjang melalui pemupukan dana (CARLink ProMixed) dengan pilihan nilai: Rp 350.000,- Rp 700.000,- atau Rp 1.000.000,- tiap bulan selama 5 tahun (60 bulan).
  • Akan terus dikembangkan di reksadana, equitas, obligasi, dan pasar uang dengan nilai investasi yang bertumbuh.
  • Nilai investasi yang terbentuk dapat diambil sewaktu-waktu dan dapat diwariskan.
 
 Manfaat yang dapat diperoleh salah satu di antaranya:
  • Nilai investasi sebesar Rp 3.431.977.000,- (dengan asumsi hasil investasi 14% per tahun) dibayarkan kepada pemegang polis, apabila tertanggung tetap hidup pada saat mencapai usia 75 tahun;
  • Nilai investasi sebesar Rp 134.258.000,- (dengan asumsi hasil investasi 14% per tahun) dibayarkan kepada pemegang polis, apabila polis putus kontrak pada saat tertanggung berusia 49 tahun;
  • Uang pertanggungan Rp 21.000.000,- ditambah nilai investasi Rp 554.202.000,- (dengan asumsi hasil investasi 14% per tahun), apabila tertanggung meninggal dunia di usia 60 tahun, dibayarkan kepada yang ditunjuk / termaslahat.

3. INCOME (Penghasilan)

  • Potensi peluang penghasilan bulanan yang bertambah besar tiap bulan sesuai dengan perkembangan perekrutan dan dapat diwariskan.
  • Jenis bonus: Bonus rekrut, bonus elit, bonus level, bonus royalti, bonus persistensi, dan bonus posisi.

10 alasan bergabung dengan 3i networks:

  1. Diselenggarakan oleh PT AJ Central Asia Raya
  2. Perusahaan terdaftar dan diawasi oleh OJK
  3. Pasar yang sangat besar dengan dukungan aplikasi online
  4. Mendapatkan pelatihan dan pendidikan
  5. Penghasilan bulanan
  6. Tidak terikat waktu
  7. Sistem bonus yang mudah dicapai
  8. Membantu orang lain dan diri sendiri
  9. Mendapatkan manfaat asuransi dan manfaat investasi
  10. Dapat diwariskan.

Cara Memulai:

  1.  Daftar melalui agen via aplikasi mobiss serta membayar ID aplikasi Rp 50.000,-
  2. Transfer pembayaran premi sesuai pilihan (Rp 350.000,- / Rp 700.000,- / Rp 1.000.000,-) melalui virtual account via bank BCA - MANDIRI - BRI - INDOMARET - ALFAMART.
  3. Download aplikasi 3i-Mobiss dari play store di handphone anda.

Pengecualian pertanggungan: 

  • Bunuh diri,
  • Perbuatan melanggar hukum,
  • Cacat bawaan/kelainan,
  • Perang,
  • Radiasi.

Prosedur klaim meninggal dunia

Kelangkapan berkas pengajuan klaim meninggal dunia adalah sebagai berikut :
  • Formulir pemberitahuan klaim meninggal dunia 
  • Ikhtisar polis
  • Fotocopy KTP pemegang polis
  • Fotocopy KTP yang ditunjuk/termaslahat atau penerima manfaat
  • Fotocopy kartu keluarga
  • Fotocopu akta kematian / surat keterangan meninggal dunia (dilegalisir)
  • Surat kuasa (dilampiri fotocopy KTP)
  • Surat keterangan dokter.

Tak ada orang BANGKRUT karena MENABUNG, Tetapi banyak orang BANGKRUT karena TIDAK PUNYA TABUNGAN.










Info lebih lanjut hubungi :

Nama : Rusyana (Anay)

Kode Agen : 1680002K6A

No HP/WA : 081221930884

Rabu, 22 Juni 2016

Karangan Sunda : PIKNIK KA GUNUNG TANGKUBAN PARAHU

Nama Pengarang : SELA FEBRIANTI
Sekolah : MTs Margaharja
Dalam Rangka : Ujian Bahasa Sunda

PIKNIK KA GUNUNG TANGKUBAN PARAHU

Basa poé minggu tanggal 25 Juni 2015 abdi sareng ua abdi piknik ka Tangkuban Parahu anu tempatna di Bandung Jawa Barat. Abdi mangkatna tabuh 5 subuh. Ka dituna abdi naék mobil ua. Di jalan abdi ningali pemandangan nu aya di palih sisi-sisi jalan raya. Mani kacida saéna éta pemandangan téh. Di palihan Gentong abdi sareng sakulawargi lirén heula di tempat tuang (rumah makan), abdi ditraktir ku ua abdi. Saentos tuang abdi sareng kulawargi neraskeun perjalanan.

Basa di palih Bandung, ua abdi hampir nyasab da salah jalan ku lantaran nembé ka palih Tangkuban Parahu. Di jalan ua abdi nanaroskeun ka unggal jalmi, naroskeun ka mana jalan nu bade ka Tangkuban Parahu. Saentos naroskeun, abdi sakulawargi neraskeun perjalanan, jalanna téh da mani nanjak pisan jaba pungka-péngkol, mani palaur abdi mah ningalna ogé.

Kira-kira tos satengah perjalanan anu nanjak kacida, abdi dugi di tempat karcis anu bade lebet ka gunung Tangkuban Parahu. Ua abdi mésér tiket heula kanggo lebetna sareng mayar karcis mobil. Teu lami saentos ti tempat karcis, abdi dugi di caket léréng gunung. Mani kacida éndahna éta pemandangan di gunung téh, jaba mani ramé seueur pengunjung anu ka gunung, tempatna mani arénakeun sareng angina mani adem. Tapi aya kaambeu bau lahar léréng gunung anu mani bau tapi teu jadi masalah lantaran kaseling ku pemandangan anu saé. Di ditu abdi ningali rupi-rupi wayang anu dijual di warung-warung nu aya di palih dinya. Rupi-rupi barang anu dijual di dinya. Abdi di dinya foto-foto sareng kulawargi. Kira-kira tos 2 jam-an, abdi sareng kulawargi marulang.

Di jalan nu bade uih, abdi ngarasa sono pisan pédah atos piknik ti gunung Tangkuban Parahu. Kira-kira jam 1 siang, abdi tos dugi di palih kota Bandung bari ningali pemandangan nu éndah. Di palih Nagrég, abdi sareng kulawargi mésér oléh-oléh kanggo candakkeun ka lembur, oléh-oléh sabangsa dodol, peuyeum, moci, jeung nu séjénna. Saentos mésér oléh-oléh, abdi neraskeun perjalanan. Kira-kira abdi dugi di bumi tabuh 7 wengi. Saentos di bumi, abdi bobo lantaran capé. Abdi moal poho kana pengalaman ieu.

Jumat, 17 April 2015

Rekrutmen Siswa Potensial SMA Informatika Ciamis Tahun 2015

Panitia PPDB SMA Informatika Ciamis Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan bangga membuka Program Rekrutmen Siswa Potensial (RSP) bagi siswa SMP/MTs untuk mendapatkan potongan biaya dana sumbangan pendidikan (DSP) hingga 100%.

Pendaftaran akhir gelombang kedua, sampai hari Sabtu tanggal 9 Mei 2015. Pelaksanaan tes dan wawancara pada hari Minggu tanggal 10 Mei 2015 pukul 08.00 WIB.


Pilihan materi seleksi:
Wawancara (wajib bagi seluruh calon peserta)
1. Pengetahuan Agama Islam : Baca Tulis Al-Qur'an
2. Pengetahuan Umum : Soal pilihan ganda
3. Pengetahuan Komputer : Praktek MS Office
4. Kategori Khusus : Bukti Prestasi

Sekretariat Pendaftaran: SMA Infoematika Ciamis Jl. Bojonghuni No.9 Maleber - Ciamis, Telp (0265)772029. Buka hari Senin s.d. Sabtu pukul 07.00 s.d. 14.00 WIB.


SMA INFORMATIKA CIAMIS
Kami adalah sebuah kesempatan, kami adalah sebuah peluang, dan kami adalah sebuah jawaban. Come Join Us ..... SMA Informatika Ciamis.

Selasa, 07 April 2015

Karangan Sunda - UMROH KA TANAH SUCI - Narasi - by NUNING








Salah sahiji tugas ujian praktek Bahasa Sunda, ngadamel karangan narasi.
Nami pangarang : NUNING NURKHOLIFAH 
Asal Sakola : MTs Margaharja


UMROH KA TANAH SUCI

Dina taun 2014 tepatna di bulan Maret, Alhamdulillah abdi sareng mamah dipasihan izin sareng rizki ku Allah SWT kanggo angkat ka tanah suci Makkah ngalaksanakeun umroh. Sateuacan angkat, abdi sareng mamah ngalaksanakeun heula pelepasan di bumi sareng kulawargi oge rerencangan. Tos kitu, langsung angkat ka Tasikmalaya kempel sareng nu sanesna anu sami bade angkat umroh. Ti Tasikmalaya angkat tabuh 09.30, dugi ka bandara Soekarno Hatta Jakarta teh waktos subuhan, teras sadaya rombongan sarolat subuh.

Kusabab take off na tabuh 14.00, lami keneh, abdi sareng mamah jalan-jalan heula ka taman nu aya di bandara Soekarno Hatta. Teu karaos tos tabuh dua beurang, teras we sadaya rombongan teh tos aya pesawat terbangna mah lalebet kana pesawat. Salami di pesawat abdi nonton acara anu aya di payuneun korsi sareng bobo. Teu karaos pesawat tos bade landing dugi di bandara Abdul Aziz, Jeddah. Tos beres ngurus paspor di kantor imigrasi, abdi sareng sadaya rombongan teras angkat ka hotel di Makkah.

Dugi ka hotel teh pas waktos subuh, teras we angkat ka Masjidil Harom kanggo solat subuh sareng ngalaksanakeun umroh anu wajib. Subhanallah, pas dugi di lebet ningali Ka’bah, abdi nangis. Abdi teras ngalaksanakeun rangkaian umroh, tos rengse abdi uih ka hotel.

Dina dinten kadua, sadaya rombongan jalan-jalan di sekitar kota Makkah supaya terang kaayaan di ditu. Teu karaos abdi di Makkah tos 5 dinten. Dina dinten terakhir di Makkah saatos solat isya abdi sareng mamah pasrah, abdi nekad hoyong solat di Hijir Ismail, Alhamdulillah tiasa, abdi sujud sabari nangis. Alhamdulillah abdi dipasihan kasalametan sanajan pas nuju sujud panangan katincak. Tos kaluar ti Hijir Ismail, abdi nagkeup mamah, suasanana mani haru.

Enjing-enjing, abdi sareng rombongan ninggalkeun kota Makkah nuju ka kota Madinah. Di Madinah abdi ngalaksanakeun rangaian ibadah, teras pami nuju aya waktos senggang, abdi sareng mamah jalan-jalan di kota Madinah. Dina dinten ka 10, abdi sareng rombongan angkat ka Jabal Magnet, subhanallah di tempat ieu ternyata uhun aya gravitasi bumi anu ageung. Dina dinten terakhir di kota Madinah, abdi sareng mamah angkat ka makam Nabi Muhammad SAW kanggo ngadugikeun salam terahir.

Alhamdulillah rangkaian ibadah abdi di kota Makkah sareng Madinah rengse. Abdi tos kedah uih ka tanah air Indonesia. Angkat ti bandara Madinah tabuh 08.30 waktos Madinah, dugi ka bandara Soekarno Hatta tabuh 07.00 WIB. Teras we naek bus kanggo uih ka Tasikmalaya. Di Tasikmalaya abdi sareng mamah dipapagkeun ku aa sareng kulawargi.

Teu bosen-bosenna abdi ngucapkeun Alhamdulillah kusabab tos tiasa dugi deui ka kampung halaman kalayan salamet.